Begini Cara Membuat Biodata Penulis untuk Buku Sendiri

Biodata penulis merupakan hal yang wajib untuk disertakan terutama untuk Anda yang ingin mengirimkan sebuah tulisan ke penerbit atau media cetak lainnya. Hal tersebut karena biodata penulis akan membantu editor melihat tentang riwayat Anda. Lalu bagaimana cara membuat biodata penulis dan apa pentingnya biodata penulis tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Kenapa Harus Membuat Biodata Penulis?

Sebelum Anda menuliskan biodata penulis maka Anda perlu tahu terlebih dahulu kenapa biodata penulis tersebut harus dituliskan. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan sebagai media untuk memperkenalkan penulis dengan pihak redaksi seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Dengan Anda mencantumkan biodata penulis di karya Anda maka memudahkan pihak redaksi untuk menghubungi Anda ketika lolos seleksi redaksi.

Lakukan Cara Ini untuk Membuat Biodata Penulis

Ada beberapa cara yang perlu Anda perhatikan dan lakukan untuk membuat biodata penulis. Apa saja caranya? Simak informasinya berikut ini.

  • Menuliskannya Secara Padat dan Jelas

Saat akan membuat biodata penulis maka Anda harus membuatnya secara singkat, padat, serta jelas. Oleh sebab itu, tidak disarankan untuk Anda menuliskan biodata penulis untuk buku sendiri secara panjang dan cenderung bertele-tele. Perlu Anda ketahui bahwa ada 2 bentuk biodata penulis yang biasa digunakan yaitu dalam bentuk narasi dan poin.

Anda tidak sembarang saja memilih akan menulis biodata penulis narasi atau poin. Hal tersebut karena kedua bentuk tersebut memiliki kegunaaan dan tujuan masing-masing. Bila tulisan yang akan dikirimkan bentuknya adalah buku maka Anda bisa gunakan biodata narasi. Akan tetapi bila tulisan yang akan dikirim untuk mengirimkan artikel di media cetak maka Anda bisa menggunakan biodata dalam bentuk poin.

  • Menceritakan Biodata yang Relevan dengan Isi

Ada satu hal yang penting untuk Anda garis bawahi ketika membuat biodata penulis yaitu memastikan bahwa biodata yang akan Anda tuliskan relevan dengan isinya. Tidak sedikit ditemukan penulis yang mengirim biodata panjang namun tak relevan dengan isi tulisan yang dikirimkan. Mengapa biodata harus relevan dengan isi buku atau tulisan?

Bukan tanpa alasan melainkan hal tersebut dilakukan agar bisa meyakinkan dan mendukung dari apa yang dituliskan oleh penulis kepada pembaca. Misalnya, Anda berkuliah mengambil jurusan IPA namun tulisan yang Anda buat yaitu tentang dunia bisnis. Maka pengalaman terkait dengan IPA tak perlu Anda jelaskan secara detil karena hal tersebut tak memiliki relevansinya.

  • Bukan Pamer Keunggulan

Tidak sedikit ditemukan biodata penulis yang menceritakan tentang semua pengalaman yang dimiliki. Biodata tersebut dibuat dengan berlembar-lembar. Perlu Anda ketahui bahwa bila Anda ingin menuliskan biodata penulis maka hindari penulisan yang sifatnya over show up apa yang Anda miliki. Dalam biodata penulis, Anda hanya menuliskan pengalaman yang mendukung secara singkat, padat, serta jelas.

  • Tak Semua Harus Diceritakan

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya bahwa Anda hanya perlu menuliskan dan menceritakan hal atau informasi yang penting untuk diketahui. Anda tak perlu untuk menceritakan semua. Hal tersebut selain akan membuat pembaca malas untuk membaca juga bisa membuat kesan pamer yang ditunjukkan ke semua orang.

Itulah beberapa poin yang bisa Anda gunakan untuk menulis atau membuat biodata penulis buku sendiri. Untuk lebih jelasnya maka Anda bisa mencari contoh biodata penulis untuk buku yang baik dan benar. Tak perlu bertele-tele namun bisa memberikan informasi yang dibutuhkan pembaca merupakan kunci yang digunakan untuk membuat biodata menulis. Semoga informasi diatas bisa membantu dan bermanfaat.

Baca juga Inilah Cara Membuat Acara Bedah Buku Menarik